Selasa, 26 Desember 2017

CARA MEMBUAT KURMA DARI TOMAT

KURMA DARI TOMAT

Olahan potensi lokal ini dibuat oleh Siti Nur Jannah Mahasiswa UIN Walisongo Semarang Fakultas Dakwah dan Komunikasi Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam. Olahan ini dibuat untuk memenuhi tugas MK TTGL. 
Tomat merupakan salah satu jenis tanaman sayuran / buah yang mudah tumbuh dimana-mana. Harga di pasar tergolong fluktuatif, terkadang mahal, terkadang murah. Hal ini dipengaruhi oleh musim, cuaca dan kondosi alam. Apabila harga tomat murah, maka potensi lokal ini dapat dibuat menjadi salah satu jenis manisan, kalau sudah jadi bentuk dan rasa sangat mirip dengan kurma. Mau tahu cara membuatnya ? Silakan simak baik-baik di bawah ini :  

Bentuk manisan tomat yang sangat mirip dengan kurma.




Bahan - bahan :


1 kg                 Tomat
½ kg                Gula pasir
¼ sdm             Air kapur sirih
1 bks                Vanili
 



Tomat

Air kapur sirih
 
Alat-alat :
- Panci
- Mangkok
- Sendok
- Pisau
- Piring
 
Cara Membuat
 
 
 
 
Tomat dicuci hingga bersih.
Campur 1 liter air dengan kapur sirih, aduk hingga tercampur rata.
Potong tipis bagian pangkal tomat, keruk isinya menggunakan sendok. 
Biarkan daging dan kulit buahnya utuh, karena bagian itulah yang akan diolah.
Rendam tomat dalam campuran air kapur sirih selama 2 jam, angkat dan tiriskan.





 Campur dengan gula pasir, diamkan selama semalaman agar mengeluarkan air.
Rebus dengan api kecil agar tidak gosong hingga hilang airnya.
Bentuk dan kepal-kepal ringan tomat agar menyerupai kurma.
Jemur tomat di bawah terik matahari selama 2-3 hari.


 Kurma siap disantap.

Selamat mencobat !



Rabu, 13 Desember 2017

Cara Membuat Tali Rambut Dari Sedotan

TALI RAMBUT DARI SEDOTAN
by : Imro' Atus Zahro

Karya ini dibuat oleh Mahasiswa UIN Walisongo Fakultas Komunikasi dan Dakwah Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam yang bernama Imro' Atus Zahro. Karya ini adalah tugas dari Mata Kuliah Teknologi Tepat Guna Lingkungan yang mengusung konsep pemanfaatan limbah menjadi barang berguna dan bernilai ekonomi serta penerapan Prinsip 3R (Reduce, Reuse dan Recycle). Fokus dari karya ini adalah recycle atau teknologi daur ulang sampah an-organik. Bahan-bahan yang digunakan sangat mudah didapat yaitu sedotan. Bahan ini sangat tidak asing bagi kita, bahkan bahan ini bertebaran dimana-mana, terutama di lingkungan sekolah. Alat yang dipergunakan juga sangat sederhana dan sangat mudah diperoleh yaitu lilin, korek api dan gunting. Baiklah kita simak cara membuatnya.

Contoh Produk :

Bahan-bahan yang diperlukan :
- Sedotan warna-warni
- Kareng gelang (elastis)
- Air
- Lilin



Alat-alat :
-Korek api
- Gunting
- Gelas



Cara Membuat :





 Ambil sedotan warna apa saja dekatkan dengan lilin yang menyala. Jangan sampai sedotan terkena api secara langsung. Biarkan sedotan meleleh dan menggulung perlahan.


Masukkan sedotan yang telah meleleh membentuk sebuah gulungan kecil kedalam air supaya dingin.



Potong gulungan lelehan sedotan dengan gunting dan rapikan gulungan tersebut.

 Buat sebanyak-banyaknya gulungan sedotan tersebut.
                          Buat kreasi warna sesuka hati dan tali bagian ujung rangkaian kuncir rambut. 
Selain untuk tali rambut juga bisa dikreasikan menjadi gelang. Hasil karya ini bisa diproduksi sebanyak-banyaknya dan dapat dipasarkan secara online. Semoga menjadi inspirasi anda untuk berkreasi dan berproduksi
SELAMAT MENCOBA. 

 

Rabu, 01 November 2017

CARA MEMBUAT PUPUK ORGANIK DENGAN BANTUAN MESIN PENCACAH

PUPUK ORGANIK / KOMPOS DENGAN MESIN PENCACAH

Pembuatan pupuk organik ini adalah praktek kuliah TTGL mahasiswa Jurusan PMI FDK UIN Walisongo Semarang pada bulan September 2017.

Kami menggunakan mesin penacacah sampah organik (daun-daunan) dengan alasan untuk mempercepat proses pembuatan pupuk organik / kompos.

Adapun bahan-bahan yang kami pergunakan adalah :
- Daun-daun kering
- Kotoran hewan (kambing, sapi)
- EM4
- Bekatul
- Gula
- Pasir
- Air

Peralatannya adalah :
- Pacul
- Sekop
- Etok
- Ember
- Botol Aqua
- Kandi
- MMT bekas

CARA MEMBUAT :
Siapkan mesin pencacah daun kering dan pelengkapnya seperti solar dan oli mesin. Nyalakan mesin pencacah dengan cara manual yaitu diogleng, kemudian masukkan daun-daun kering pada bagian atas mesin. Siapkan tempat sebagai penampung daun-daun yang sudah tercacah dengan kandi. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat gambar-gambar sebagai berikut :




Mesin pencacah yang sudah siap digunakan.


Nyalakan mesin pencacah dengan cara diogleng secara manual.



Masukkan daun-daun kering pada bagian atas tersebut.


Siapkan tempat penampung daun-daun yang sudah tercacah.






Larutkan EM4, air dan gula di dalam ember, aduk dan biarkan semalaman agar mikroorganisma berkembang biak dengan baik.

Siapkan daun-daun kering yang sudah dicacah, kotoran hewan, bekatul dan larutan  EM4. Cari tempat teduh, tidak langsung kena sinar matahari.


Siapkan kotoran kambing, kalau dalam bahasa Jawa disebut temendil.


Bekatul dicampur dengan temendil.

Tuangi dengan larutan EM4, aduk-aduk.



Daun-daun kering dibasahi air dan taruh di atas campuran sebelumnya. Aduk-aduk.




Tutup dengan MMT bekas dan beri pemberat, agar kalau ada angin tutupnya tidak terbang terbawa angin. Selama ditutup dengan MMT akan terjadi proses fermentasi, campuran bahan-bahan pupuk organik tersebut akan panas.



Selanjutnya dalam 3 hari sekali diaduk-aduk, kemudian tutup lagi dengan MMT bekas.
 Kira-kira pupuk organik akan siap digunakan setelah 6 minggu.

Sekiranya pupuk sudah jadi, diayak dan kemudian dikemas dengan menggunakan kantong plastik beras yang sudah tidak terpakai atau kandi. Atau bisa langsung digunakan untuk menanam tanaman.

SELAMAT MENCOBA !