Kamis, 25 Desember 2014

EMOSI DAN KEBAHAGIAAN



 

Emosi dasar menurut Rubert Plutcick (dalam Hude, 2006), adalah antisipasi (anticipation), kegembiraan (joy), penerimaan (acceptance), terkejut (surprise), takut (fear), sedih (sadness), jijik (disgust), dam marah (anger), yang digambarkan dalam sebuah lingkaran (roda) bersama dengan emosi-emosi sampuran (mixed) yang bisa sangat beragam.
Emosi menurut Oxford English Dictionary adalah setiap kegiatan atau pergolakan pikiran, perasaan, nafsu; setiap keadaan mental yang hebat dan meluap-luap. Ada dua macam emosi yang kita kenal yaitu “emosi negatif” dan “emosi positif”. Contoh-contoh emosi negatif adalah perasaan frustrasi, putus asa, dendam, iri hati, dengki dan hal negatif lainnya. Sedangkan ciri emosi positif adalah gembira, damai, sejahtera, rasa persahabatan dan hal positif lainnya (Wuryanano,  2007)
Diener, Lucas dan Oishi (2009) mengembangkan kembali pengertian kebahagiaan yaitu merupakan konsep yang luas, meliputi pengalaman emosi menyenangkan, rendahnya tingkat mood negatif, dan kepuasan hidup yang tinggi. Definisi kebahagiaan sebagai evaluasi kehidupan seseorang yang memiliki kepuasan hidup yang tinggi serta memiliki pengalaman emosi menyenangkan dan rendahnya tingkat mood negatif yang cenderung stabil sepanjang rentang kehidupannya.
Beberapa penelitian tentang pelatihan regulasi emosi telah terbukti mampu menurunkan perilaku agresif pada tunalaras, perilaku prokatisnasi pada mahasiswa, perilaku agresif pada anak (Nugraheni, 2011; Musslifah, 2013; Syahadat, 2013).

Daftar Pustaka 

Wuryanano.  (2007).  The 21 Principle to Build and Develop Fighting Spirit. Jakarta: PT. Elek Media Komputindo.

   Diener, E., Lucas, R.E & Oishi, S. (2005). Subjective well being: The science of happiness and life satisfaction. Dalam C.R. Synder, & S.J. Lopez (Eds.), Handbook of Positive Psychology.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar