Rabu, 01 November 2017

CARA MEMBUAT PUPUK ORGANIK DENGAN BANTUAN MESIN PENCACAH

PUPUK ORGANIK / KOMPOS DENGAN MESIN PENCACAH

Pembuatan pupuk organik ini adalah praktek kuliah TTGL mahasiswa Jurusan PMI FDK UIN Walisongo Semarang pada bulan September 2017.

Kami menggunakan mesin penacacah sampah organik (daun-daunan) dengan alasan untuk mempercepat proses pembuatan pupuk organik / kompos.

Adapun bahan-bahan yang kami pergunakan adalah :
- Daun-daun kering
- Kotoran hewan (kambing, sapi)
- EM4
- Bekatul
- Gula
- Pasir
- Air

Peralatannya adalah :
- Pacul
- Sekop
- Etok
- Ember
- Botol Aqua
- Kandi
- MMT bekas

CARA MEMBUAT :
Siapkan mesin pencacah daun kering dan pelengkapnya seperti solar dan oli mesin. Nyalakan mesin pencacah dengan cara manual yaitu diogleng, kemudian masukkan daun-daun kering pada bagian atas mesin. Siapkan tempat sebagai penampung daun-daun yang sudah tercacah dengan kandi. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat gambar-gambar sebagai berikut :




Mesin pencacah yang sudah siap digunakan.


Nyalakan mesin pencacah dengan cara diogleng secara manual.



Masukkan daun-daun kering pada bagian atas tersebut.


Siapkan tempat penampung daun-daun yang sudah tercacah.






Larutkan EM4, air dan gula di dalam ember, aduk dan biarkan semalaman agar mikroorganisma berkembang biak dengan baik.

Siapkan daun-daun kering yang sudah dicacah, kotoran hewan, bekatul dan larutan  EM4. Cari tempat teduh, tidak langsung kena sinar matahari.


Siapkan kotoran kambing, kalau dalam bahasa Jawa disebut temendil.


Bekatul dicampur dengan temendil.

Tuangi dengan larutan EM4, aduk-aduk.



Daun-daun kering dibasahi air dan taruh di atas campuran sebelumnya. Aduk-aduk.




Tutup dengan MMT bekas dan beri pemberat, agar kalau ada angin tutupnya tidak terbang terbawa angin. Selama ditutup dengan MMT akan terjadi proses fermentasi, campuran bahan-bahan pupuk organik tersebut akan panas.



Selanjutnya dalam 3 hari sekali diaduk-aduk, kemudian tutup lagi dengan MMT bekas.
 Kira-kira pupuk organik akan siap digunakan setelah 6 minggu.

Sekiranya pupuk sudah jadi, diayak dan kemudian dikemas dengan menggunakan kantong plastik beras yang sudah tidak terpakai atau kandi. Atau bisa langsung digunakan untuk menanam tanaman.

SELAMAT MENCOBA !








Tidak ada komentar:

Posting Komentar